Resin adalah campuran
dari berbagai senyawa organic polimer (umumnya aneka terpen tingkat tinggi)
yang terbentuk padat atau semi padat dan tidak larut dalam air namun larut
dalam pelarut organic. Bahan ini merupakan suatu kelompok bahan kimia yang
diperoleh sebagai sekresi tanaman. Susunan kimianya sangat kompleks, sifat
fisisnya hampis sama dan tak larut dalam air. Resin alam (natural resin) adalah hasil eksudai yang terjadi secara alamiah dan
keluar secara alamiah atau buatan, dengan ciri-ciri berupa padatan, mengkilat,
dan bening-kusam, rapuh, serta meleleh bila terkena panas dan mudah terbakar
dengan mengeluarkan asap dan bau khas. Bau khas dari resin alam disebabkan oleh
campuran resin dan minyak atsiri (Baharudin, 2009).
Unsur esensial pada
setiap resin antara lain resin acids, volatile oils, gums, dan seringkali asam
benzoic dan sinamat yang mana komponen-koponen tersebut biasa ada pada tumbuhan
sebagai selulosa atau tannin. Ketika resin Nampak pada pohon, resin menempel
kuat pada pohon tersebut. Resin tercampur dengan sejumlah kecil turpine yang
kemudian hilang dengan cara distilasi dan menyisakan residu berupa resin murni.
Resin normalnya keluar dari kulit kayu dan mengeras karena terpampang udara
bebas. Biasanya penyadapan akan dilakukan untuk mendapatkan hasil yang lebih
besar dan bernilai komersial (Pandey, 2000).
Gum terbentuk dari
banyak macam tanaman. Gum banyak dihasilkan oleh tanaman phanerogamic. Acacia senegal (Linn). Merupakan tanaman
penghasil gum arab terbaik. Gum yang sebenarnya terbentuk dari hasil
disintegrasi di dalam jaringan internal, dan sebagian besar berasal dari
dekomposisi selulosa. Gum tidak dapat larut dalam alcohol namun dapat larut
dalam air, dengan mudah gum akan menyerap air dan menjadi bentukan yang kental.
Gum merupakan koloid alami. Gum sebagian besar mengandung gula dan sifatnya
sejenis dengan pectin. Gum secara alami keluar dari batang atau respon dari
adanya bagian tubuh yang terluka. Gum umumnya ditemukan pada tanaman yang hidup
di daerah yang kering (Pandey, 2000).
Gum ini berasal dari cairan
atau getah yang menetes dari batang tanaman yang biasanya berkayu keras.
Umumnya tetesan hidrokoloid ini keluar bila ada luka pada batang kayu tersebut
atau pada kondisi pertumbuhan yang buruk seperti pada kondisi udara yang
terlalu panas atau pada saat kekurangan air. Cairan ini keluar sebagai proses
metabolisme fisiologis tanaman atau sebagai mekanisme perlindungan diri
terhadap keadaan yang dapat merusak tanaman tersebut.
Terima kasih infonya gan.
BalasHapusLumayan buat nambah elmu.
Finishing Floor Hardener
Apa itu Resin Epoxy.
----------