Selasa, 27 Oktober 2015

Gum dan Resin

Resin adalah campuran dari berbagai senyawa organic polimer (umumnya aneka terpen tingkat tinggi) yang terbentuk padat atau semi padat dan tidak larut dalam air namun larut dalam pelarut organic. Bahan ini merupakan suatu kelompok bahan kimia yang diperoleh sebagai sekresi tanaman. Susunan kimianya sangat kompleks, sifat fisisnya hampis sama dan tak larut dalam air. Resin alam (natural resin) adalah hasil eksudai yang terjadi secara alamiah dan keluar secara alamiah atau buatan, dengan ciri-ciri berupa padatan, mengkilat, dan bening-kusam, rapuh, serta meleleh bila terkena panas dan mudah terbakar dengan mengeluarkan asap dan bau khas. Bau khas dari resin alam disebabkan oleh campuran resin dan minyak atsiri (Baharudin, 2009).

Unsur esensial pada setiap resin antara lain resin acids, volatile oils, gums, dan seringkali asam benzoic dan sinamat yang mana komponen-koponen tersebut biasa ada pada tumbuhan sebagai selulosa atau tannin. Ketika resin Nampak pada pohon, resin menempel kuat pada pohon tersebut. Resin tercampur dengan sejumlah kecil turpine yang kemudian hilang dengan cara distilasi dan menyisakan residu berupa resin murni. Resin normalnya keluar dari kulit kayu dan mengeras karena terpampang udara bebas. Biasanya penyadapan akan dilakukan untuk mendapatkan hasil yang lebih besar dan bernilai komersial (Pandey, 2000).

Gum terbentuk dari banyak macam tanaman. Gum banyak dihasilkan oleh tanaman phanerogamic. Acacia senegal (Linn). Merupakan tanaman penghasil gum arab terbaik. Gum yang sebenarnya terbentuk dari hasil disintegrasi di dalam jaringan internal, dan sebagian besar berasal dari dekomposisi selulosa. Gum tidak dapat larut dalam alcohol namun dapat larut dalam air, dengan mudah gum akan menyerap air dan menjadi bentukan yang kental. Gum merupakan koloid alami. Gum sebagian besar mengandung gula dan sifatnya sejenis dengan pectin. Gum secara alami keluar dari batang atau respon dari adanya bagian tubuh yang terluka. Gum umumnya ditemukan pada tanaman yang hidup di daerah yang kering (Pandey, 2000).

Gum ini berasal dari cairan atau getah yang menetes dari batang tanaman yang biasanya berkayu keras. Umumnya tetesan hidrokoloid ini keluar bila ada luka pada batang kayu tersebut atau pada kondisi pertumbuhan yang buruk seperti pada kondisi udara yang terlalu panas atau pada saat kekurangan air. Cairan ini keluar sebagai proses metabolisme fisiologis tanaman atau sebagai mekanisme perlindungan diri terhadap keadaan yang dapat merusak tanaman tersebut. 

1 komentar: